info@astuin.org | Phone : +62 21 6685301

Labirin Sumber Daya Ikan

Labirin Sumber Daya Ikan

Dialektika Perikanan Indonesia

Screen Shot 2020-08-18 at 22.04.22_0.png

DIALEKTIKA PERIKANAN INDONESIA

Quo Vadis Tuna Indonesia

Screen Shot 2020-11-19 at 08.28.49.png

Screen Shot 2020-08-09 at 22.07.27.png

 

QUO VADIS TUNA INDONESIA

PERIKANAN NASIONAL : Fatamorgana Potensi Perikanan

BISNIS INDONESIA
11/10/2017

OPINI

FATAMORGANA POTENSI PERIKANAN
Hendra Sugandhi
Sekjen Asosiasi Tuna Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan baru-baru ini mengklaim kenaikan potensi sumber daya menjadi 12,5 juta ton pada 2016. Kenaikan ini diduga karena pemerintah secara intensif berhasil menghalau kapal asing yang ingin masuk ke perairan Indonesia, tapi kenaikan ini menimbulkan pro dan kontra.

Category: 

Sumber Daya Ikan : Pemanfaatan Makin Tidak Optimal

20 September 2017 - 02:00 WIB, Oleh : Sri Mas Sari

 

JAKARTA--Kenaikan stok ikan lestari dalam dua tahun terakhir tak serta-merta membuat gembira pelaku usaha perikanan tangkap. Pasalnya, peningkatan potensi sumber daya ikan itu tak diikuti dengan keleluasaan memanfaatkan.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dikukuhkan oleh Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan) menyebutkan stok ikan melesat 71% dari 7,3 juta ton pada 2013 menjadi 12,5 juta ton pada 2016.

Category: 

Industri Perikanan Jerman Siap Mendukung Kerjasama Peningkatan Perdagangan dan Investasi di Sektor Perikanan Indonesia

Jerman Utara, khususnya Hamburg dan Bremerhaven, merupakan pusat industri perikanan terbesar di Jerman. Dengan kapasitas tersebut, berbagai potensi kerjasama ekonomi dapat diperkuat antara para pelaku usaha sektor perikanan dari Indonesia dengan Jerman. Tujuan tersebut menjadi alasan utama pelaksanaan kegiatan seminar dan temu bisnis ‘Opportunities in Indonesia’s Fisheries Sector’ yang berlangsung pada tanggal 23 Mei 2017 di Plenary Hall KADIN Hamburg, Jerman.

Category: 

Seminar dan Temu Bisnis ‘Opportunities in Indonesia’s Fisheries Sector’

Seminar dan Temu Bisnis ‘Opportunities in Indonesia’s Fisheries Sector’ yang berlangsung pada tanggal 23 Mei 2017 di Plenary Hall KADIN Hamburg, Jerman. Kegiatan seminar tersebut dilaksanakan oleh KJRI Hamburg bekerja sama dengan Handelskammer (KADIN) Hamburg, German Asia-Pacific Business Association(Ostasiatischer Verein e. V./OAV) dan didukung oleh Asosiasi Industri dan Wholesalers Perikanan Jerman (Bundesverband Der Deutschen Fischindustrie und Des Fischgrosshandels e.V.).

EKSPOR TUNA: Terganjal ke AS, Pebisnis Minta Kepastian

JAKARTA — Eksportir komoditas tuna akan meminta kepastian kepada Amerika Serikat terkait penolakan produk perikanan asal Indonesia, salah satunya melalui jalur Indonesia-United States Trade and Investment Framework Arrangement–Trade and Investment Council.

Kementerian Perdagangan mencatat penolakan terhadap produk tuna karena dugaan filthy atau berbau serta berwarna tak cerah sebagai salah satu hambatan perdagangan antara Indonesia dan AS. Pihak otoritas setempat belum merespons permintaan para eksportir untuk memperjelas standar yang digunakan.

Category: 

Menteri Susi Pertanyakan Kuota Tuna Negara Tak Berpantai

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mempertanyakan negara-negara tak berpantai yang memiliki konsesi penangkapan ikan tuna di kawasan-kawasan regional.

 

Hal itu disampaikannya dalam 21st Session of the Indian Ocean Tuna Comission (IOTC) di Yogyakarta. Melalui siaran pers, Selasa (23/5/2017), Susi berpendapat pembagian kuota penangkapan ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) harus dilakukan seadil mungkin.

 

Category: 

Astuin: Kuota Tuna RI di Samudra Pasifik Percuma

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin) memandang perolehan kembali kuota penangkapan tuna mata besar (big eye) di Samudra Pasifik oleh Indonesia percuma karena negara ini tak dapat memanfaatkan jatah tersebut.  

 

Sekjen Astuin Hendra Sugandhi mengatakan sejak kapal buatan luar negeri (eks asing) dilarang beroperasi, Indonesia tak lagi memiliki armada longline untuk menggarap perikanan di laut lepas. 

 

Category: 

Pages