f Dialektika Perikanan Indonesia | Astuin.org

info@astuin.org | Phone : +62 21 6685301

DIALEKTIKA PENGELOLAAN PERIKANAN INDONESIA

Era zaman now memberikan kebebasan netizen di media sosial untuk berkomentar apa pun menanggapi  postingan seseorang tanpa ada pihak lain yang bisa intervensi. Komentar pun sangat beragam, ada yang positif maupun yang negatif bahkan ada menyerang pribadi di luar konteks (Ad hominem).  Diskursus intelektual melalui penulisan artikel lebih elegan dan lebih berkualitas karena minimal sudah diseleksi oleh editorial. Publikasi artikel  sanggahan dengan sudut pandang berbeda patut diapresiasi, karena akan memperkaya referensi dialektika sektor perikanan. Publik dapat belajar saling menghargai pendapat yang berbeda serta dapat menilai mana informasi yang reliable, mana yang hoax. Pembaca mungkin masih ingat pada tanggal 10 Januari 2018 Presiden Jokowi meminta Menteri Susi Pudjiastuti untuk fokus pada industri pengolahan ikan yang berorientasi ekspor karena ekspor turun. Namun keesokan harinya 11 Januari 2018 Menteri Susi Pudjiastuti menyatakan sebaliknya laju pertumbuhan nilai ekspor hasil perikanan Indonesia melampaui China, Thailand dan Vietnam.  Masyarakat luas banyak memuji dan percaya dengan pernyataan MKP yang kontradiktif ini. Setelah dianalisis lebih jauh ternyata laju pertumbuhan nilai ekspor perikanan dunia tidak ditampilkan secara utuh, hanya dipilih negara-negara yang peringkatnya di bawah Indonesia. Negara-negara lain yang peringkatnya di atas Indonesia tidak ditampilkan utuh datanya (misleading information) dan ironisnya laju pertumbuhan ekspor Indonesia hanya menduduki peringkat ke 12. China sebagai negara eksportir perikanan terbesar dunia laju pertumbuhannya wajar melambat karena sudah mencapai tahap kedewasaan, begitu pula  ekspor perikanan Vietnam dan Thailand yang nilai ekspor produk perikanannya jauh melampaui Indonesia. (lihat lampiran) 

 

Kinerja Utama Ekspor Perikanan 2015-2018 Negatif

Ukuran Kinerja utama ekspor hasil perikanan seharusnya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Akumulasi kinerja ekspor perikanan negatif -Rp 158,6 Trilyun selama 2015-2018.  Kinerja ekspor perikanan negatif ini tentu sangat memprihatinkan sekaligus indikator bahwa ada kebijakan pengelolaan yang kurang tepat.

Khusus kinerja ekspor Tuna Indonesia seharusnya dianalisis secara holistik, baik dari laju pertumbuhan volume mau pun nilai ekspor. Laju pertumbuhan volume ekspor tuna negatif, cenderung merosot selama periode 2014–2018 berturut-turut 185,753 Ton, 159,946 Ton, 134,249 Ton,196,240 Ton, 167,695 Ton. Sedangkan laju nilai ekspor tuna periode yang sama meningkat  berturut-turut USD 579,393, USD 508,215, USD 485,926, USD 649,871, USD 710,110 (Kenaikan nilai ekspor TTC tidak dibarengi dengan kenaikan volume ekspor mengindikasikan tidak optimalnya kapasitas industri perikanan tuna nasional)

 

Kesenjangan Produksi dan Volume Ekspor

Peringkat teratas 5 besar eksportir hasil perikanan dunia tahun 2018 berdasarkan volume, berturut turut diduduki oleh China dengan volume 4.190.734 ton, Norwegia 2.476.046 ton, berikutnya Rusia 1.797.136 ton, Vietnam 1.563.422 ton, Belanda 1.416.2019 ton. Volume ekspor hasil perikanan Indonesia relatif rendah hanya 888.688 ton, dan sangat tidak sinkron dengan volume produksi perikanan tangkap mencapai 6.72 juta ton. DIskrepasi ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan volume ekspor ditingkatkan menjadi 2,5 juta ton, agar peringkat Indonesia dapat naik menjadi eksportir perikanan nomor 2 dunia mengalahkan Norway.

Begitu pula data produksi TTC Indonesia tahun 2017 sebanyak 1.231.790 ton, angka ini harus diuji validitasnya termasuk seluruh data kapal dan hasil tangkapannya perlu dibuka ke publik dan dianalisis lebih lanjut. Jika kita analisis volume ekspor tuna 196.240 ton (2017), maka persentase alokasi volume produksi tuna untuk ekspor yang sangat minim 15.59%. malah alokasi tahun 2018 lebih minim lagi karena volume ekspor TTC anjlok menjadi 167.695 ton. Pelaku usaha mempertanyakan kemampuan pasar domestic menyerap surplus produksi 1.05 juta ton tuna. Apakah harga tuna dalam negeri lebih tinggi dari harga ekspor? Jika produksi TTC  melimpah mengapa industri pengolahan Tuna kekurangan bahan baku sehingga kita masih mengimpor tuna? Impor Tuna yang meningkat jelas mengindikasikan industri pengolahan TTC kekurangan supply bahan baku hasil tangkapan dari dalam negeri. Volume impor tuna 2 tahun terakhir mengalami kenaikan, semula 6.218 Ton (2017) naik menjadi 16,277 Ton (2018) Jika memang ada surplus 1juta ton Tuna Kita seharusnya mampu mengoptimalkan kapasitas industri pengolahan Tuna dan berpeluang menjadi eksportir tuna terbesar dunia dengan meningkatkan volume ekspor tuna 3 kali lipat menjadi 600.000 ton sekaligus mengalahkan Thailand yang tahun 2018 volume ekspornya 536.612 ton

Pelaku usaha sangat mendukung pernyataan Presiden Jokowi baru-baru ini bahwa Menteri yang akan datang memiliki kemampuan eksekusi yang kuat yang mampu mengeksekusi setiap program percepatan industri perikanan nasional dan merealisasikan Key Performance Indicator sehingga pilar kesejahteraan dapat diwujudkan. Peluang kita untuk menjadi eksportir perikanan dunia sesungguhnya sangat terbuka lebar, untuk mencapai target yang ditetapkan dalam RPJMN bukan hal yang mustahil. Menuju perikanan bertanggung jawab dan berkelanjutan, membutuhkan iklim usaha yang kondusif agar pemanfaatan sumber daya ikan dapat optimal, yang dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas industri pengolahan sehingga ekspor perikanan juga meningkat sekaligus dapat mengurangi defisit neraca perdagangan. Tantangan terbesar sektor perikanan ke depan adalah bagaimana mempersempit kesenjangan antara potensi sumber daya ikan, volume produksi dengan volume ekspor hasil perikanan

Mari kita wujudkan Indonesia Fishery Incorporated.

 

 

Jakarta 01 Oktober 2019

Hendra Sugandhi

Sekretaris Jendral Asosiasi Tuna Indonesia

#SektorPerikanan

#Tuna

#TunaIndonesia

#HendraSugandhi

#ASTUIN

 

10 Januari 2018 Presiden JOKOWI minta Menteri Susi Pudjiastuti fokus industri pengolahan ikan yang berorientasi ekspor karena EKSPOR TURUN
https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-minta-menteri-susi-fokus-indust...
https://nasional.kontan.co.id/news/jokowi-tetap-dukung-langkah-menteri-s...
https://nasional.kompas.com/read/2018/01/10/18534331/jokowi-tanggapi-sil...

11 Januari 2018 Menteri Susi Pudjiastuti dan Dirjen PDS KKP Nilanto Prabowo menyatakan bahwa Ekspor Perikanan Indonesia lebih tinggi dari China Vietnam, Thailand dan Filipina ??? 
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/11/173030026/kkp-ekspor-produk-p...
https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/11/01/2018/volume-turun-nilai-eks...
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180112145111-92-268429/ekspor-per...
https://m.inilah.com/news/detail/2429903/disuruh-luhut-fokus-ekspor-ikan...
https://republika.co.id/berita/ekonomi/makro/p2dv79382/tradisi-ramadhan
https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/11/01/2018/volume-turun-nilai-eks...
http://www.suarasurabaya.net/mobile/fokus/0/2018/198043-Pertumbuhan-Eksp...